Rabu, 04 November 2015

Anensefalus Pada Janin

Assalamualaikum, Wr Wb

Kehamilan adalah anugerah terindah yang diberikan oleh sang maha pencipta kepada pasangan suami istri. Kehadirannya begitu di nanti dan dirasakan begitu membahagiakan walaupun banyak moment yang terjadi saat kehamilan apalagi usia hamil muda. Begitu pula yang saya rasakan pada saat itu. Maklum pengalaman pertama menjadi seorang ibu jadi banyak banget ketidaktahuan nya , ya sebagai calon ibu muda saya banyak mencari tahu melalui internet atau sekedar bertanya pada teman-teman yang sudah mengalami kehamilan.

Kehamilan saya sama seperti lainnya yang kalau hamil muda ada mual, muntah, ngerasain ngga mood kalau nyium bau yang aneh-aneh lah, pokoke banyak hal baru yang kami jalani berdua. Namun semua proses kehamilan tidak berjalan sesuai impian, saat usia janin saya udah 4 bulan kami mendapat informasi dari dokter yang USG janin kami bahwa janin yang saya kandung terkena Anensefalus. Ya shock pasti apalagi dokter mengatakan untuk diakhiri proses kehamilan tersebut karena dampaknya tidak baik juga bagi ibunya dan anak nya kelak. 

Saya dan suami pun tidak berhenti disatu dokter, hingga akhirnya setelah 3dokter berkata yang sama kami pun bulat untuk melakukan aborsi yang dalam dunia medis diperbolehkan dalam kasus seperti ini. Oh ya, ini ada beberapa pengertian arti Anensefalus yang saya ketahui dari beberapa blog yaitu :
Kelainan otak bisa terjadi pada saat otak sedang dibentuk maupun setelah otak terbentuk sempurna. Beberapa kelainan otak dapat diketahui sebelum bayi lahir, yaitu melalui pemeriksaan USG dan pemeriksaan cairan ketuban.

ANENSEFALUS
Anensefalus adalah suatu keadaan dimana sebagian besar tulang tengkorak dan otak tidak terbentuk.
Anensefalus terjadi pada awal perkembangan janin, dimana tabung saraf bagian atas gagal menutup. Penyebab pasti terjadinya kelainan ini tidak diketahui. Penelitian menunjukkan bahwa anensefalus kemungkinan berhubungan dengan paparan toksin di lingkungan dan juga kadar asam folat yang rendah dalam darah.

Anensefalus ditemukan pada 3,6-4,6 dari 10.000 bayi baru lahir.
Faktor risiko terjadinya anensefalus adalah: 
- Riwayat anensefalus pada kehamilan sebelumnya
- Kadar asam folat yang rendah
Risiko terjadinya anensefalus bisa dikurangi dengan cara meningkatkan asupan asam folat minimal 3 bulan sebelum hamil dan selama kehamilan bulan pertama.

Gejala anensefalus berupa :

  • Ibu : polihidramnion (cairan ketuban di dalam rahim terlalu banyak)
  • Bayi
    - tidak memiliki tulang tengkorak
    - tidak memiliki otak
    - kelainan pada gambaran wajah
    - kelainan jantung
  • Pemeriksaan yang bisa dilakukan adalah :
    - Amniosentesis (untuk mengetahui adanya peningkatan kadar alfa-fetoprotein)
    - Kadar estriol pada air kemih ibu
    - USG

    Bayi yang menderita anensefalus tidak akan bertahan, mereka biasanya lahir dalam keadaan meninggal atau akan meninggal dalam waktu beberapa hari setelah lahir.


    Nah, setelah semua proses proses kuret yang saya pikir bakal berat ternyata alhamdulillah allah memudahkan proses persalinan ku, yah saya sempat liat sekilas wujud anak saya yang berjenis kelamin laki-laki dan semuanya lengkap kecuali dibagian kepala sedikit tidak tertutupi sempurna. Sekarang saya tinggal menjalani proses pemulihan. 

    Yah saya bersyukur dalam keadaan semua ini masih banyak orang-orang yang mensupport dan memberikan hiburan sama saya, dan saya pun semakin yakin kalau semua yang terjadi sudah menjadi takdir sang maha pencipta. Semoga allah mempertemukan ku kelak dengan anakku M.Heriyandi. 

    Oh ya, yang mau berbagi kisah atau sekedar sharing bisa langsung komentar dikolom bawah. Indahnya berbagi cerita dan ilmu :):)

    ----- Terima kasih -----


    Nur Eliarita

    1 komentar:

    Mba bisa minta nmr wa? Mau sharing, sy lagi hamil 22 minggu, dan bayi divonis anensefal. Ini nmr ho dan wa saya 08157008431

    Posting Komentar

    Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More